Bisnis Dari Rumah atau Bisnis Rumahan ?

By Lyra Puspa On July 25th, 2011

homebusiness2
foto : moneymachinehelp.com

Entah berapa kali media massa mewawancarai saya dengan tema yang serupa : Bagaimana Memulai Bisnis Dari Rumah. Dan entah untuk berapa kali pula, sang jurnalis dalam alur wawancaranya mengarahkan pertanyaannya pada Bisnis Rumahan.

Dan untuk kesekian kalinya selalu saya berkata :
“Hey, tunggu dulu ! Anda menanyakan bagaimana memulai bisnis ‘dari rumah’ atau memulai bisnis ‘skala rumahan’ ?”

Lho, memang beda ya antara bisnis dari rumah dan bisnis rumahan ?
Read the rest of this entry »

Mari Bicara Tentang Kaya

By Lyra Puspa On March 20th, 2009

money-02-aseanpreneursningcom
foto : aseanpreneurs.ning.com

Seakan ada dua kubu ketika kita bicara tentang kaya.

Menurut kubu yang satu, untuk mencapai kekayaan diperlukan mimpi yang setinggi-tingginya, tujuan yang jelas, strategi yang terukur, dan kekuatan kemauan yang pantang mundur. Setiap keinginan, mimpi, ataupun tujuan harus tertulis, divisualisasikan sedemikian rupa, dan diinternalisasikan hingga merasuk ke dalam jiwa. Tanpa mimpi, kita tidak akan menjadi apa-apa.

businessman-02Sementara kubu yang lain mengatakan, bahwa kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati, bukan materi. Yang diraih bukan dari pencapaian mimpi-mimpi, tetapi dari ketiadaan keinginan itu sendiri. Karena kaya yang sesungguhnya adalah ketika segala keinginan tidak memperbudak kita. Entah harta, tahta, wanita, ataupun …. (lho, “ta” yang satu lagi apa ya ? hehe, lupa…)

Yang satu menganggap kemerdekaan manusia ketika dia bisa memiliki segala keinginannya. Yang lain memandang kemerdekaan sesungguhnya adalah ketika kita merdeka dari keinginan yang tak berhingga.

Read the rest of this entry »

Siapa Bilang Beli Franchise Jadi Pengusaha ?

By Lyra Puspa On March 8th, 2009

pameran-franchise

foto : swamediainc.com

Orang Indonesia memang lucu.

Ketika virus entrepreneurship akhir-akhir ini makin menggila, banyak orang seakan-akan kalap mengambil berbagai kesempatan yang ada. Lantas, larislah berbagai pameran bisnis dan waralaba yang sekarang ada di mana-mana.

Lucunya, ketika bertanya di booth-booth pameran, pertanyaan lucu yang selalu mengemuka adalah, “Balik modalnya berapa lama ?” Atau yang lebih lucu lagi, “Kalau bisnisnya sampai bangkrut, bagaimana ?”

Orang Indonesia memang lucu.

Franchise, Licence, Business Opportunity (BO), atau apapun labelnya pada dasarnya adalah suatu bentuk penawaran kerjasama kemitraan untuk mengembangkan suatu merek dan konsep bisnis tanpa perlu sendirian. Bahwa para mitra diuntungkan karena sudah adanya brand, sistem, standar bahan baku, pelatihan, dan berbagai dukungan lainnya, itu adalah sebuah kemudahan untuk memulai bisnis tanpa perlu merangkak dari nol. Resiko kegagalan di awal memulai bisnis bisa lebih diminimalisasi. Ingat, diminimalisasi, bukan dieliminasi. Resiko tetap ada.

Kadang orang Indonesia sering bias antara mindset entrepreneur dan investor. Entrepreneur adalah orang yang membangun dan mengembangkan bisnisnya. Ada keberanian untuk memulai, kekuatan mental untuk jatuh bangun, tekad yang luar biasa untuk tetap maju apapun rintangan yang dihadapi, kejelian menangkap peluang dan menterjemahkan peluang itu menjadi sumber uang, kemampuan untuk mengelola karyawan, serta kesediaan untuk selalu melayani pelanggan.

Investor, di sisi lain, lebih banyak berkonsentrasi pada bagaimana cara memperoleh tingkat pengembalian yang optimal untuk sejumlah kapital yang ditanamkan. Tidak perlu mengembangkan pasar. Tidak perlu memikirkan kepuasan pelanggan. Tidak perlu pusing menangani karyawan. Cukup kejelian menangkap peluang, dan keberanian untuk mengambil peluang dengan tingkat resiko yang diperhitungkan.

Read the rest of this entry »