Hidup Bukan Selembar Soal Ujian

By Lyra Puspa On July 14th, 2009

kunci sukses
foto : obycrownz.files.wordpress.com



Di sekolah, biasanya setiap hari siswa bergumul dengan berbagai teori dan latihan dengan satu tujuan. Lulus ujian.

Di sekolah, setiap soal ujian memiliki satu jawaban benar yang tunggal. Dengannya ada kunci jawaban. Tinggal cocokkan : Benar atau Salah. Benar, maka Anda lulus. Salah, ulang lagi tahun depan, atau kerjakan tugas tambahan. Salah terus menerus ? Ke laut aja…

Di sekolah, sering kali yang kemudian menjadi fokus adalah : Bagaimana cara mengerjakannya ? Atau : Bagaimana jawaban yang benar ?

Sehingga kerap kita menjadi “lupa” untuk bertanya : Benarkah itu satu-satunya jawaban ? Atau : Adakah cara-cara lain untuk menjawabnya ? Atau bahkan : Hei, bukan begitu seharusnya soal yang diberikan !

Lantas sama seperti di sekolah, dalam kehidupan kita sering kali berharap ada satu kunci jawaban. Untuk sukses, kita sering kali berharap ada satu formula baku - bak kotak rumus dalam pelajaran fisika atau matematika - yang bisa berlaku umum untuk semua orang.

“I wanna be success ! Give me the formula !”

Oh la la…

Seakan-akan ada satu formula tunggal untuk menjadi kaya. Seakan-akan ada serentetan kunci jawaban tentang bagaimana menjadi kaya. Seakan-akan setiap diri manusia yang begitu unik dan berharga seperti Anda, hanya layak untuk mendapatkan satu jawaban seragam yang sama.

Read the rest of this entry »

Jadi, Begini Cara Memulainya…

By Lyra Puspa On May 17th, 2009



“Ummi, mas Aif jualan bihun sama tmn2 (atira,naura,asa,nisa) meskipun hjn tetap smngat n ceria. Alhamdulillah hbs bihunnya :-) bsk jualan lg he..3x”



Sebuah sms masuk pada hari itu. Dari Pak Nasrul, guru yang mengajar di TK B Sekolah Alam Indonesia, tempat anak tertua saya bermain sambil belajar. Guru yang di awal Aif masuk play group 2 tahun lalu selalu rajin mengejar-ngejar Aif yang berlarian ke berbagai tempat.

2 Februari 2009. Pagi itu saya memang membawakan 15 bungkus kecil bihun goreng untuk Aif, anak sulung saya, agar dijual di sekolah. Alhamdulillah, ternyata langsung habis di menit-menit pertama. Lumayan, bisa menabung untuk membeli mainan.



aif-jualan
Aif (kanan) siap berjualan puding mangga ditemani Ian (kiri) “partner bisnis”-nya



“Alhamdulillah, mas Aif jualannya hbs semua hy dlm b’berapa menit saja.”



Masuk sms kedua, kali ini dari Bu Ratu yang juga guru di TK B Sekolah Alam Indonesia. Subhanallah ! Betapa para guru di sekolah ini justru mendukung penuh jika para muridnya mengeksplorasi berbagai hal. Termasuk berdagang.

Read the rest of this entry »

Mampet Tanda (Mau) Bahagia

By Lyra Puspa On March 17th, 2009

sungai-mampet-imagesariefanwarmultiplycom1
foto : ariefanwar.multiply.com

Hidup bagaikan aliran sungai. Kadang lancar, kadang mampet.

Ketika lancar, itulah saat-saat kita diberi segala kemudahan. Uang mudah didapat, jodoh mudah dicari, pelanggan mudah diraih, anak mudah diperoleh, teman mudah ditemui…

Ketika mampet, persis seperti aliran sungai yang terhambat buangan sampah manusia. Maju enggak, mundur juga nggak bisa. Semua susah, semua sulit. Rejeki seret, jodoh nggak datang-datang, omzet nggak naik-naik, anak bertahun-tahun nggak dapat, teman kok menjauh semua…

macet-02-okezonecom1
foto : okezone.com

Hidup bagaikan jalan raya. Kadang lancar, kadang macet.

Teringat saya suatu ketika hendak bertemu seorang teman lama di kawasan Depok. Rencananya kami akan membahas suatu project bersama yang sedang kami kerjakan. Setelah mengisi suatu seminar di daerah Pasar Minggu, harapan saya… ah, paling lama 1 jam sampai di Depok nih.

Tak dinyana hujan mengguyur begitu derasnya. Mulai memasuki Tanjung Barat, jalan macet luar biasa.

“Wah, terancam sampai Depok berjam-jam lagi nih,” pikir saya.

Semua kendaraan berhenti layaknya parkir. Macet tidak bergerak. Bergerak sih, tapi paling seinci demi seinci. Kalah cepat dengan kura-kura.

Teman saya handphone-nya tidak bisa dihubungi pula. Great ! Lengkaplah sudah kebingungan saya.

Read the rest of this entry »