Menjadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri

By Lyra Puspa On May 4th, 2011

Pada awalnya menyenangkan…

Saya tengah bergumul dengan data-data statistik dalam proses riset untuk penulisan buku kedua dan ketiga, setelah alhamdulillah, buku pertama “Quantum Resign : Formula Aman Berhenti Kerja Jadi Pengusaha” menjadi best seller tahun lalu.

Menyenangkan, ketika mendapati fakta bahwa populasi kelas menengah di Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya meningkat pesat selama 10 tahun terakhir. Berdasarkan data SUSENAS 2009, populasi kelas menengah di Indonesia sudah mencapai 93 juta jiwa atau sebesar 42,8% dari total populasi nasional. Sebuah angka yang tidak dapat diremehkan, tentu.

Peningkatan Belanja Otomotif : Ciri Pertumbuhan Kelas Menengah

Peningkatan Konsumsi Otomotif : Ciri Pertumbuhan Kelas Menengah

foto : metrogaya.com

Kelas menengah adalah sebuah kekuatan ekonomi yang dahsyat. Peningkatan populasi kelas menengah berarti peningkatan daya beli sebuah negara secara massal. Tak heran, konsumsi peralatan elektronik, komputer, handphone, otomotif, dan produk fashion terus meningkat, sementara pengunjung kafe, mall, hipermarket, dan convenience store semakin membludak dari hari ke hari. Jakarta menjelma menjadi kota dengan mall terbanyak di dunia. Semua kini bisa puas berbelanja. Terjadi shopping euphoria di negeri tercinta. Yey !

Read the rest of this entry »

Hidup Bukan Selembar Soal Ujian

By Lyra Puspa On July 14th, 2009

kunci sukses
foto : obycrownz.files.wordpress.com

Di sekolah, biasanya setiap hari siswa bergumul dengan berbagai teori dan latihan dengan satu tujuan. Lulus ujian.

Di sekolah, setiap soal ujian memiliki satu jawaban benar yang tunggal. Dengannya ada kunci jawaban. Tinggal cocokkan : Benar atau Salah. Benar, maka Anda lulus. Salah, ulang lagi tahun depan, atau kerjakan tugas tambahan. Salah terus menerus ? Ke laut aja…

Di sekolah, sering kali yang kemudian menjadi fokus adalah : Bagaimana cara mengerjakannya ? Atau : Bagaimana jawaban yang benar ?

Sehingga kerap kita menjadi “lupa” untuk bertanya : Benarkah itu satu-satunya jawaban ? Atau : Adakah cara-cara lain untuk menjawabnya ? Atau bahkan : Hei, bukan begitu seharusnya soal yang diberikan !

Lantas sama seperti di sekolah, dalam kehidupan kita sering kali berharap ada satu kunci jawaban. Untuk sukses, kita sering kali berharap ada satu formula baku – bak kotak rumus dalam pelajaran fisika atau matematika – yang bisa berlaku umum untuk semua orang.

“I wanna be success ! Give me the formula !”

Oh la la…

Seakan-akan ada satu formula tunggal untuk menjadi kaya. Seakan-akan ada serentetan kunci jawaban tentang bagaimana menjadi kaya. Seakan-akan setiap diri manusia yang begitu unik dan berharga seperti Anda, hanya layak untuk mendapatkan satu jawaban seragam yang sama.

Read the rest of this entry »

Mampet Tanda (Mau) Bahagia

By Lyra Puspa On March 17th, 2009

sungai-mampet-imagesariefanwarmultiplycom1
foto : ariefanwar.multiply.com

Hidup bagaikan aliran sungai. Kadang lancar, kadang mampet.

Ketika lancar, itulah saat-saat kita diberi segala kemudahan. Uang mudah didapat, jodoh mudah dicari, pelanggan mudah diraih, anak mudah diperoleh, teman mudah ditemui…

Ketika mampet, persis seperti aliran sungai yang terhambat buangan sampah manusia. Maju enggak, mundur juga nggak bisa. Semua susah, semua sulit. Rejeki seret, jodoh nggak datang-datang, omzet nggak naik-naik, anak bertahun-tahun nggak dapat, teman kok menjauh semua…

macet-02-okezonecom1
foto : okezone.com

Hidup bagaikan jalan raya. Kadang lancar, kadang macet.

Teringat saya suatu ketika hendak bertemu seorang teman lama di kawasan Depok. Rencananya kami akan membahas suatu project bersama yang sedang kami kerjakan. Setelah mengisi suatu seminar di daerah Pasar Minggu, harapan saya… ah, paling lama 1 jam sampai di Depok nih.

Tak dinyana hujan mengguyur begitu derasnya. Mulai memasuki Tanjung Barat, jalan macet luar biasa.

“Wah, terancam sampai Depok berjam-jam lagi nih,” pikir saya.

Semua kendaraan berhenti layaknya parkir. Macet tidak bergerak. Bergerak sih, tapi paling seinci demi seinci. Kalah cepat dengan kura-kura.

Teman saya handphone-nya tidak bisa dihubungi pula. Great ! Lengkaplah sudah kebingungan saya.

Read the rest of this entry »