Sukses Dimulai Dari Sebuah Konsep

By Lyra Puspa On December 1st, 2009



Malam itu saat menaiki escalator TerasKota menuju Blitz Megaplex demi 2012, saya mendengar sebuah suara. Live music, yang mencuri pendengaran saya.

Saya penikmat musik. Dan karenanya, sepotong lagu bagus yang dibawakan oleh sebuah suara indah tentu tidak akan terlewat begitu saja. Lalu saya menengok ke arah sang pembawa lagu. Ups, rasanya saya pernah lihat…

Anda masih ingat Micky AFI ?

micky-afiAha, itulah dia ternyata. Meskipun penampilan di atas panggung malam itu sedikit berbeda dengan yang biasa terlihat di layar kaca, tapi saya tidak lupa. Seperti dulu ketika masih tergabung dalam AFI, Micky menyanyi dengan prima. Tidak sedikitpun nada terpeleset, power vokalnya masih seperti dulu, dan ketampanannya tidak pernah berkurang. Sebuah gabungan talenta dan penampilan fisik yang prima, yang membuat saya heran mengapa Micky tak kunjung hadir dengan album perdana.

Penampilan Micky, membuat saya tiba-tiba teringat pada Afgan dan Chrisye. Talenta keduanya mungkin tidak lebih hebat dibandingkan seorang Micky. Namun harus diakui, Afgan maupun Chrisye adalah fenomena unik musik anak negeri. Afgan begitu pesat naik daun saat ini, meskipun usianya relatif muda, dan kemunculannya pun terbilang baru dibandingkan banyak penyanyi lain termasuk para alumni AFI. Sementara almarhum Chrisye merupakan penyanyi legendaris negeri ini, meskipun teknik vokal beliau tidak luar biasa, dengan penampilan panggung yang cenderung lugu apa adanya. Lalu apa yang membuat Afgan begitu melesat dan Chrisye begitu fenomenal ?

Read the rest of this entry »

Jadi, Begini Cara Memulainya…

By Lyra Puspa On May 17th, 2009



“Ummi, mas Aif jualan bihun sama tmn2 (atira,naura,asa,nisa) meskipun hjn tetap smngat n ceria. Alhamdulillah hbs bihunnya :-) bsk jualan lg he..3x”



Sebuah sms masuk pada hari itu. Dari Pak Nasrul, guru yang mengajar di TK B Sekolah Alam Indonesia, tempat anak tertua saya bermain sambil belajar. Guru yang di awal Aif masuk play group 2 tahun lalu selalu rajin mengejar-ngejar Aif yang berlarian ke berbagai tempat.

2 Februari 2009. Pagi itu saya memang membawakan 15 bungkus kecil bihun goreng untuk Aif, anak sulung saya, agar dijual di sekolah. Alhamdulillah, ternyata langsung habis di menit-menit pertama. Lumayan, bisa menabung untuk membeli mainan.



aif-jualan
Aif (kanan) siap berjualan puding mangga ditemani Ian (kiri) “partner bisnis”-nya



“Alhamdulillah, mas Aif jualannya hbs semua hy dlm b’berapa menit saja.”



Masuk sms kedua, kali ini dari Bu Ratu yang juga guru di TK B Sekolah Alam Indonesia. Subhanallah ! Betapa para guru di sekolah ini justru mendukung penuh jika para muridnya mengeksplorasi berbagai hal. Termasuk berdagang.

Read the rest of this entry »

Kaya Dari Rumah ? Gimana Caranya ?

By Lyra Puspa On April 4th, 2009



Gimana caranya ?

Pertanyaan yang selalu muncul berulang ketika seseorang baru berkenalan dengan konsep Kaya Dari Rumah. Seakan ada satu jawaban tunggal untuk menjadi kaya. Seakan ada satu tombol yang bisa ditekan dengan mudah untuk mewujudkan semua keinginan kita.



which-wayGimana caranya ?

Tentu beragam. Berbeda jalan bagi masing-masing orang. Karena menjadi kaya tanpa harus meninggalkan rumah adalah sebuah komitmen, bukan kunci jawaban dari segala permasalahan di dunia ini. Dan pada gilirannya komitmen untuk menjadi kaya dari rumah, sesungguhnya, adalah sebuah hasrat.

Hasrat yang mengaktivasi seluruh relung benak untuk menggali ide mengenai cara yang paling tepat bagi masing-masing kita untuk menjadi kaya tanpa harus meninggalkan rumah. Hasrat yang memobilisasi seluruh organ tubuh untuk bergerak mencari jalan agar dapat menjadi kaya secara mandiri tanpa harus meninggalkan keluarga.



Jadi, gimana caranya donk ?

Nah, itu lagi kan. Hahaha…. menyerah deh saya. Baik. Mari kini kita bicara tentang “cara”.

Read the rest of this entry »