Hidup Bukan Selembar Soal Ujian

By Lyra Puspa On July 14th, 2009

kunci sukses
foto : obycrownz.files.wordpress.com



Di sekolah, biasanya setiap hari siswa bergumul dengan berbagai teori dan latihan dengan satu tujuan. Lulus ujian.

Di sekolah, setiap soal ujian memiliki satu jawaban benar yang tunggal. Dengannya ada kunci jawaban. Tinggal cocokkan : Benar atau Salah. Benar, maka Anda lulus. Salah, ulang lagi tahun depan, atau kerjakan tugas tambahan. Salah terus menerus ? Ke laut aja…

Di sekolah, sering kali yang kemudian menjadi fokus adalah : Bagaimana cara mengerjakannya ? Atau : Bagaimana jawaban yang benar ?

Sehingga kerap kita menjadi “lupa” untuk bertanya : Benarkah itu satu-satunya jawaban ? Atau : Adakah cara-cara lain untuk menjawabnya ? Atau bahkan : Hei, bukan begitu seharusnya soal yang diberikan !

Lantas sama seperti di sekolah, dalam kehidupan kita sering kali berharap ada satu kunci jawaban. Untuk sukses, kita sering kali berharap ada satu formula baku – bak kotak rumus dalam pelajaran fisika atau matematika – yang bisa berlaku umum untuk semua orang.

“I wanna be success ! Give me the formula !”

Oh la la…

Seakan-akan ada satu formula tunggal untuk menjadi kaya. Seakan-akan ada serentetan kunci jawaban tentang bagaimana menjadi kaya. Seakan-akan setiap diri manusia yang begitu unik dan berharga seperti Anda, hanya layak untuk mendapatkan satu jawaban seragam yang sama.



Hei… hidup bukan selembar soal ujian !

Betapa banyak pilihan kesuksesan bagi diri setiap manusia. Pun ketika terlahir konsep Kaya Dari Rumah, itupun merupakan suatu pilihan. Alternatif jalan bagi mereka yang ingin meretas kesuksesan tanpa harus meninggalkan rumah dan keluarga tercinta. Bisa menjadi pilihan Anda, bisa pula tidak…

Menjadi kaya dari rumah, adalah sebuah komitmen pada sebuah ketetapan hati. Padanya, lagi-lagi, terlahir begitu banyak pilihan anak jalan yang bisa ditempuhi.



Anak jalan pertama tentu menjadi Self Employee.

Ketika kreativitas, derajat keahlian, juga konsistensi untuk selalu terlibat setiap hari menjadi kunci. Seperti banyak dilakukan oleh para dokter dan notaris yang membuka praktek di rumah. Seperti juga yang dilakukan seorang Sylvie Arizkiany yang menjalankan Honeybeecomm, jasa Desain Grafis & Interior, dengan menyulap ruang tamunya menjadi sebuah kantor mungil dengan deretan klien berskala raksasa. Atau seperti seorang Nadia M. Yuniardo yang mengembangkan bisnis jaringan Oriflame dari rumah secara online melalui d’BC Network.



Atau melalui anak jalan kedua sebagai seorang Entrepreneur.

Create something from nothing. Dengan membangun kerajaan bisnis dari rumah seperti banyak dilakukan oleh teman-teman di komunitas Tangan Di Atas. Seperti seorang Rony Yuzirman, sang pendiri komunitas, yang menutup toko busana muslimnya di Tanah Abang, lalu memilih membesarkan produk dan brand Manet dari rumah. Atau seperti seorang Hadi Kuntoro Sang Raja Selimut, yang memilih berkonsentrasi untuk membangun brand Selimut Jepang lengkap dengan jalur distribusinya, sementara produksi diserahkan kepada manufaktur. Atau seperti pasangan Mohamad Rosihan dan Ines Handayani, yang berkonsentrasi pada jalur distribusi dengan membangun toko online Saqina, dengan memasarkan berbagai merek dan produk busana muslim dari berbagai produsen. Ah, terlalu banyak pilihan di anak jalan kedua ini. Karenanya, kejelian melihat peluang dan inovasi menjadi teramat penting di sini.



Atau, tak tertutup langkah pada anak jalan ketiga melalui Investasi.

Fokus bisa diletakkan pada berbagai instrumen, mulai dari properti, franchise, hingga saham. Pada titik pilihan ini, maka kemampuan bukan terletak pada inovasi, kualitas, pelayanan, apalagi branding, tapi pada kemampuan mengelola aset yang berada di tangan. Menjadikan nilai aset yang ada menjadi berlipat ganda. Seperti yang dilakukan oleh seorang Joseph Hartanto melalui instrumen properti dan franchise. Atau seorang Nasrullah yang menggabungkan investasi dan bisnis di bidang properti melalui The Orchid.



Atau… menjadi Kaya Dari Rumah melalui pilihan Generalis.

Menggabungkan semua dalam satu genggaman. Seperti yang saya coba lakukan setiap hari. Mulai dari menggarap kompetensi seperti pada Pillar | Business Accelerator. Atau membangun bisnis dengan brand dan produk sendiri, seperti GwGuyur, Ozon Game Center, dan beberapa bisnis lain. Atau membesarkan jalur distribusi seperti pada MyNatureFarm dan beberapa toko online lain yang akan launching. Atau juga investasi di berbagai instrumen termasuk emas, franchise Indomaret, franchise Londre, franchise Mailshop, unit-link, reksadana, sukuk, saham, dan tentu saja… properti.



Hidup bukanlah selembar soal ujian.

Yang di dalamnya hanya ada satu jenis kunci jawaban. Tapi hidup adalah tentang pilihan. Tentang bagaimana kita mengenal diri dan mengenali berbagai pilihan yang dihadapi. Tentang bagaimana mengambil peluang dan keputusan dari pertimbangan berbagai sisi. Tentang kesiapan menghadapi tantangan dan resiko atas keputusan yang diambil dan diyakini.



Hidup bukanlah selembar soal ujian.

Pertanyaan sesungguhnya tidak terletak pada bagaimana caranya. Karena ada terlalu banyak cara untuk mewujudkan semua cita dan mimpi kita. Pertanyaan yang hakiki terletak pada apa yang menjadi dasar dari semua langkah pertama.

Benarkah kita ingin dan siap menjadi kaya ? Menjadi sukses ? Apapun definisi kita tentang kekayaan dan kesuksesan itu ?

Sudahkah kita sungguh-sungguh ingin menjadi Kaya Dari Rumah ? Sungguh-sungguh ingin menggapai kesuksesan diri tanpa harus meninggalkan rumah ?

Hanya diri kita masing-masing yang bisa menjawabnya. Dan waktu yang akan membuktikannya.



Salam Kaya Dari Rumah.

13 Responses to “Hidup Bukan Selembar Soal Ujian”

  1. idham Says: July 14th, 2009 at 2:15 pm

    wow..inspiratif sekali tulisan nya..
    menjadi sarjana wajib..menjadi pegawai tidak wajib..bukan satu2 nya jalan untuk sukses..
    menjadi ibu rumah tangga yang smart anugerah..ibu rumah tangga yang berpenghasilan..anugerah luar biasa buat keluarga nya..

    keep posting bu..

    Kaya Dari Rumah :
    Terimakasih pak Idham. Semoga kita semua menjadi anugerah luar biasa dari Allah untuk keluarga dan sesama…

  2. Amelia Budiman Says: August 2nd, 2009 at 4:47 pm

    Setuju dengan posting Bu Lyra bahwa banyak anak tangga untuk meretas menjadi kaya tanpa harus meninggalkan keluarga. Dan sebagai komitmen terhadap putri terkasih saya, My Lovely Thata, saat ini saya sedang meretas jalan untuk mendapatkan penghasilan dari rumah, menjadi kaya dan berkah tentunya, dan http://www.belajarinternet-marketing.com/ menjadi pilihan saya. Salam.

    Kaya Dari Rumah :
    Semoga setiap langkah bisnis Bu Amelia demi sang putri tercinta diberkahi Allah… Amin.

  3. dian Says: August 10th, 2009 at 9:35 am

    wow… keren Bu Lyra …
    Jadi nyesel kenal ma Bu Lyra
    *kenapa ga dari dulu2 nya* .. 😀

    Kaya Dari Rumah :
    Yang penting sekarang udah kenal, hihihi… 😀

  4. moeslih Says: September 29th, 2009 at 12:14 pm

    Nice post… makasih yah bu, tulisannya menginspirasi saya yang masih “mencari jati diri” kemana harus melangkah heheheh

    Kaya Dari Rumah :
    Sama2 pak Moeslih. Semoga jati dirinya cepat ketemu yaaa… 😀

  5. atha lakuary Says: November 2nd, 2009 at 4:04 pm

    i like this posting

    two thumbs for you miss..

    🙂

  6. Cinta Says: December 21st, 2009 at 12:31 pm

    Posting ini mengingatkan saya pada Alm Ibunda saya tercinta,beliau sudah membuktikan dirinya bahwa kaya dari rumah memang bisa . Beliau adlah seorang pengusaha yg harus berjuang 5x lebih keras dibanding menjadi seorang pegawai. Dengan kecerdasannya,niat yang kukuh,jujur,rajin,luwes dalam bergaul,kreatif,jiwa yang kuat,fokus dan,terus berdoa kepadaNya…, tapi dari posting ini terlihat memang ada beberapa jalan selain jadi pengusaha, hidup memang pilihan ……

    Kaya Dari Rumah :
    Kembali kepada pilihan kita mbak, mau “kerja keras” atau “kerja cerdas”, mau jadi pengusaha lewat jalur yang mana, mau jadi merdeka dan menentukan nasib sendiri, atau menggadaikan waktu dan kebebasan demi kenyamanan dan keamanan sehari-hari…

  7. esthi Says: May 18th, 2010 at 1:00 pm

    kata-kata yang dalam bu lyra…memberi semangat hati yang sedang mencari dan terus mencari…

    Kaya Dari Rumah :
    Jangan bosan untuk terus mencari mbak ! Proses mencari itu sendiri kadang adalah jawabannya…

  8. Hindi Sms Says: July 16th, 2010 at 12:27 am

    Hey friend can i publish some part of your article on my little blog of university.I have to create a good pages out there and i do think your post Fits well into it.I will be happy to provide you an source link as well.I have two blogs one my personal and the other which is my college blog.I will write some part in the university blog.Hope you do not mind.Greetings

  9. Fashion Tanah Abang Says: October 23rd, 2010 at 11:28 am

    Artikel yang nice… makasih neh ilmunya …

  10. Gadgets Reviews Says: December 19th, 2010 at 4:16 am

    Don’t know about the rest but you’ve just made yourself another fan. Great job 😉

  11. Madeline Says: June 7th, 2011 at 9:42 pm

    I have really enjoyied reading your well written article. It looks like you spend a lot of effort and time on your blog. I have bookmarked it and I am looking forward to reading new articles. Keep up the good work!

  12. etykiety Says: September 11th, 2011 at 6:39 am

    this is so good. i wish to meet you one day.

    Kaya Dari Rumah :
    Thank you…

  13. model baju batik Says: April 17th, 2012 at 10:45 am

    Artikel yang anda tulis sungguh menginspirasi saya.

    Kaya Dari Rumah :
    Terimakasih, semoga bisa membawa manfaat…

Leave a Reply