Kaya Dari Rumah ? Gimana Caranya ?

By Lyra Puspa On April 4th, 2009



Gimana caranya ?

Pertanyaan yang selalu muncul berulang ketika seseorang baru berkenalan dengan konsep Kaya Dari Rumah. Seakan ada satu jawaban tunggal untuk menjadi kaya. Seakan ada satu tombol yang bisa ditekan dengan mudah untuk mewujudkan semua keinginan kita.



which-wayGimana caranya ?

Tentu beragam. Berbeda jalan bagi masing-masing orang. Karena menjadi kaya tanpa harus meninggalkan rumah adalah sebuah komitmen, bukan kunci jawaban dari segala permasalahan di dunia ini. Dan pada gilirannya komitmen untuk menjadi kaya dari rumah, sesungguhnya, adalah sebuah hasrat.

Hasrat yang mengaktivasi seluruh relung benak untuk menggali ide mengenai cara yang paling tepat bagi masing-masing kita untuk menjadi kaya tanpa harus meninggalkan rumah. Hasrat yang memobilisasi seluruh organ tubuh untuk bergerak mencari jalan agar dapat menjadi kaya secara mandiri tanpa harus meninggalkan keluarga.



Jadi, gimana caranya donk ?

Nah, itu lagi kan. Hahaha…. menyerah deh saya. Baik. Mari kini kita bicara tentang “cara”.

Read the rest of this entry »

Mari Bicara Tentang Kaya

By Lyra Puspa On March 20th, 2009

money-02-aseanpreneursningcom
foto : aseanpreneurs.ning.com

Seakan ada dua kubu ketika kita bicara tentang kaya.

Menurut kubu yang satu, untuk mencapai kekayaan diperlukan mimpi yang setinggi-tingginya, tujuan yang jelas, strategi yang terukur, dan kekuatan kemauan yang pantang mundur. Setiap keinginan, mimpi, ataupun tujuan harus tertulis, divisualisasikan sedemikian rupa, dan diinternalisasikan hingga merasuk ke dalam jiwa. Tanpa mimpi, kita tidak akan menjadi apa-apa.

businessman-02Sementara kubu yang lain mengatakan, bahwa kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati, bukan materi. Yang diraih bukan dari pencapaian mimpi-mimpi, tetapi dari ketiadaan keinginan itu sendiri. Karena kaya yang sesungguhnya adalah ketika segala keinginan tidak memperbudak kita. Entah harta, tahta, wanita, ataupun …. (lho, “ta” yang satu lagi apa ya ? hehe, lupa…)

Yang satu menganggap kemerdekaan manusia ketika dia bisa memiliki segala keinginannya. Yang lain memandang kemerdekaan sesungguhnya adalah ketika kita merdeka dari keinginan yang tak berhingga.

Read the rest of this entry »

Mampet Tanda (Mau) Bahagia

By Lyra Puspa On March 17th, 2009

sungai-mampet-imagesariefanwarmultiplycom1
foto : ariefanwar.multiply.com

Hidup bagaikan aliran sungai. Kadang lancar, kadang mampet.

Ketika lancar, itulah saat-saat kita diberi segala kemudahan. Uang mudah didapat, jodoh mudah dicari, pelanggan mudah diraih, anak mudah diperoleh, teman mudah ditemui…

Ketika mampet, persis seperti aliran sungai yang terhambat buangan sampah manusia. Maju enggak, mundur juga nggak bisa. Semua susah, semua sulit. Rejeki seret, jodoh nggak datang-datang, omzet nggak naik-naik, anak bertahun-tahun nggak dapat, teman kok menjauh semua…

macet-02-okezonecom1
foto : okezone.com

Hidup bagaikan jalan raya. Kadang lancar, kadang macet.

Teringat saya suatu ketika hendak bertemu seorang teman lama di kawasan Depok. Rencananya kami akan membahas suatu project bersama yang sedang kami kerjakan. Setelah mengisi suatu seminar di daerah Pasar Minggu, harapan saya… ah, paling lama 1 jam sampai di Depok nih.

Tak dinyana hujan mengguyur begitu derasnya. Mulai memasuki Tanjung Barat, jalan macet luar biasa.

“Wah, terancam sampai Depok berjam-jam lagi nih,” pikir saya.

Semua kendaraan berhenti layaknya parkir. Macet tidak bergerak. Bergerak sih, tapi paling seinci demi seinci. Kalah cepat dengan kura-kura.

Teman saya handphone-nya tidak bisa dihubungi pula. Great ! Lengkaplah sudah kebingungan saya.

Read the rest of this entry »